Posted on

UEFA Siapkan Hadiah 27 Juta Euro Untuk Juara Euro 2016

UEFA Siapkan Hadiah 27 Juta Euro Untuk Juara Euro 2016

 

UEFA Siapkan Hadiah 27 Juta Euro Untuk Juara Euro 2016

 

Kota Mode, Prancis, akan menjadi tuan rumah pesta sepakbola warga Eropa yaitu Euro 2016. Meskipun sebelumnya sempat terancam batal dikarenakan adanya ancaman terorisme berupa bom yang menyerang kota tersebut, pihak UEFA telah memastikan bahwa ajang sepakbola tersebut akan tetap berlangsung pada musim panas mendatang.

Tidak hanya itu saja, UEFA juga sudah merilis data mengenai hadiah yang akan diterima oleh juara Euro 2016 nanti. Menurut Marca, Sabtu (12/12/2015), juara Euro 2016 akan mendapat hadiah sebesar 27 Juta Euro atau sekitar Rp.414 miliar. Angka tersebut tentu jauh lebih tinggi dari hadiah yang diterima oleh Spanyol pada tahun 2012 yaitu sebesar 23,5 juta euro.

Sementara itu, bagi tim yang tidak berhasil lolos dari babak fase grup dan tidak berhasil meraih satu kemenanganpun tidak perlu berkecil hati. Mereka akan tetap mendapatkan hadiah tunai sekitar Rp.122 miliar.

Setiap kemenangan yang diraih di babak fase grup akan diberikan hadiah sebesar sekitar Rp.15 miliar. Sementara itu, bagi negara yang berhasil lolos ke babak semifinal maka akan mendapatkan dana tambahan yang berjumlah sekitar Rp.60 miliar. Bagi tim yang kalah pada babak final juga akan mendapatkan Rp.45 miliar.

Menurut pihak panitia dan UEFA sendiri, meningkatnya jumlah hadiah itu terjadi untuk meningkatkan daya saing antar tim. Hal tersebut tentu saja perlu dilakukan agar tim yang tidak dijagokan tetap memiliki keinginan dan hasrat untuk bisa memenangi Euro 2016.

Posted on

Radja Nainggolan Dilaporkan Ke Polisi

Radja Nainggolan Dilaporkan Ke Polisi

 

Radja Nainggolan Dilaporkan Ke Polisi

 

Sejumlah negara di wilayah Eropa saat ini sedang dalam tingkat kewaspadaan yang tinggi menyusul teror yang terjadi di Paris, Prancis, pekan lalu. Sialnya untuk pemain dari klub AS Roma, Radja Nainggolan, dia sempat disangka sebagai teroris dan dilaporkan ke polisi.

Hal itu terjadi saat gelandang AS Roma tersebut tengah dalam masa membela skuat timnas Belgia, untuk menghadapi Spanyol di laga persahabatan. Seperti yang diketahui, pertandingan itu sendiri pada akhirnya harus dibatalkan setelah pemerintah Belgia menaikkan level ancaman ke tingkat maksimal.

Ini merupakan imbas dari teror berdarah di Paris yang terjadi pada Jumat (13/11/2015) lalu, di mana setidaknya 129 orang tewas. Aksi teror dengan ledakan bom dan penembakan itu sendiri terjadi di tujuh titik dalam waktu yang cukup berdekatan, antara lain di Stadion Stade de France, restoran, dan juga di gedung konser.

Kembali ke Radja Nainggolan yang dilaporkan ke polisi. Setelah pertandingan dibatalkan, pemain yang saat ini berusia 27 tahun yang saat itu berada di Radisson Blu Astrid Hotel, Antwerp, tersebut diketahui dilaporkan oleh sejumlah pengunjung hotel ke kepolisian. Pemain yang berpenampilan penuh tato dengan gaya rambut mohawk itu dianggap menunjukkan gerak – gerik yang mencurigakan.

Untungnya, salah satu petugas polisi mengenalinya sebagai pemain dari skuat timnas. Akhirnya, para petugas malah mengajak foto bersama dengan Radja Nainggolan. Foto ini kemudian diunggah seseorang ke twitter dan di retweet oleh Nainggolan sendiri.

“Sejumlah pelanggan di hotel berpikir bahwa saya menunjukkan gerak – gerik yang mencurigakan. Untungnya, para polisi langsung mengenali saya. Saya kemudian berfoto dengan para petugas itu,” kata pemain yang berdarah Batak itu seperti dikutip dariĀ Standard.