Posted on

Javier Zanetti Berharap Messi Bergabung Dengan Milan

Javier Zanetti Berharap Messi Bergabung Dengan Milan

 

Javier Zanetti Berharap Messi Bergabung Dengan Milan

 

Eks pemain dari klub Inter Milan, Javier Zanetti, memberikan komentarnya tentang kabar dari rencana mantan klubnya untuk memboyong salah satu bintang Barcelona, yakni Lionel Messi. Eks kapten dari klub berjuluk La Beneamata itu berharap kabar tersebut benar – benar bisa terwujud di waktu yang akan datang.

Seperti yang sudah diketahui, rumor mengenai rencana Inter Milan untuk memboyong Messi tersebut pertama kali muncul setelah Presiden peraih treble winners musim 2009 – 2010 itu, yakni Erick Thohir, mengungkapkannya beberapa waktu lalu. Bahkan, konglomerat yang berasal dari Indonesia itu mengaku kans Inter Milan memboyong Messi terbuka lebar.

Melihat kondisi itu lantas mendapatkan respons positif dari Javier Zanetti beberapa saat lalu. Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Inter itu sangat mendukung rencana pemboyongan Messi ke Stadio Giuseppe Meaza tersebut.

“Saya selalu berharap pemain sekelas Lionel Messi bersedia datang dan bermain untuk Inter Milan suatu saat nanti. Apabila hal itu benar-benar terwujud, maka akan jadi momen indah untuk klub ini,” jelas Zanetti, seperti dikutip dari Gazzetta dello Sport, Jumat (25/12/2015).

Meskipun begitu, Javier Zanetti mengaku tak ingin terlalu berharap rencana tersebut benar – benar terjadi. Sebab, Messi sendiri saat ini sangat bahagia bersama Barcelona dan tak memiliki rencana pergi dari Estadio Camp Nou di masa depan.

“Tapi ia sangat bahagia di Barcelona. Dengan segala hal yang sudah ia menangkan, ia tak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun. Kita hanya harus menikmatinya dan mengerti dia adalah aset terhebat untuk olahraga ini,” tuntas pria berusia 42 tahun tersebut.

Posted on

Rotasi Luis Enrique Bikin Barcelona Di Atas Angin

Rotasi Luis Enrique Bikin Barcelona Di Atas Angin

Rotasi Luis Enrique Bikin Barcelona Di Atas Angin

Rotasi Luis Enrique Bikin Barcelona Di Atas Angin

Sementara Bayern Munich terimbas krisis cedera, skuat Barcelona tetap utuh dan segar berkat sistem rotasi yang diterapkan sang entrenador.

Bulan Januari menjadi titik balik untuk Barcelona pimpinan Luis Enrique. Sang pelatih asal Asturia mengambil sikap untuk tidak pernah lagi meninggalkan Lionel Messi di bangku cadangan pascakekalahan di markas Real Sociedad, sementara timnya mulai memperlihatkan rentetan performa paling menjanjikan musim ini.

Tetapi Januari juga signifikan untuk Enrique karena ia akhirnya menurunkan susunan tim yang sama dua kali. Selama 29 laga pertama musim, Enrique menampilkan 29 line-up berbeda, sebelum memilih starting XI yang sama secara beruntun dalam kemenangan melawan Atletico Madrid dan Deportivo La Coruna.Luis

Banyak keputusan sang bos sebelumnya membuat murka fans dan membingungkan para pemainnya sendiri. Messi tak senang mengawali laga di bench menghadapi Sociedad, sementara keputusannya untuk menepikan Luis Suarez dan Neymar nyaris berakibat fatal kala melawat ke Almeria pada November, sebelum kedua striker membalikkan keadaan di babak kedua untuk membungkus kemenangan 2-1.

“Pemain bukan mesin,” ujar Enrique usai kemenangan minimalis 1-0 di kandang sendiri kontra APOEL di fase grup Liga Champions pada September. “Mereka harus fit. Tapi kami harus berkembang.”

Saat Januari tiba, tekanan mulai menggunung. Barca sering memetik kemenangan, tapi tertinggal di belakang Real Madrid di La Liga, sedangkan perubahan taktik dan rotasi konstan dari sang pelatih membuat pers, pemain, dan suporter semuanya kehilangan keyakinan pada pria 44 tahun tersebut.

Namun empat bulan berselang, Barca asuhan Enrique berada di posisi mantap: di puncak La Liga dengan tiga laga tersisa, akan menghadapi Athletic Bilbao di final Copa del Rey pada akhir Mei, dan tengah bersiap untuk bertanding melawan Bayern Munich di babak empat besar Liga Champions minggu ini. Ini adalah skenario impian untuk mantan gelandang internasional Spanyol itu.

Semula dianggap sebagai bagian dari permasalahan saat Barca kesulitan untuk padu pada periode musim gugur dan musim dingin, rotasi Enrique kini terbukti telah membantu Barca menghindari cedera dan menjaga para pemain tetap segar untuk sebagian besar partai penting musim ini.

“Ia sempat menerima kritik karena kebijakan rotasinya,” kata Javier Mascherano setelah Barca melipat Cordoba 8-0 pada Sabtu (2/5) lalu. “Tetapi untuk bisa tiba di akhir musim dengan grup tetap utuh dan 23 pemain semuanya tersedia (red.: Jeremy Mathieu dinyatakan mengalami cedera tendon Achilles kemarin) adalah berkat sang pelatih. Orang-orang harus menyadari itu.”

Mascherano benar: Barca dalam kondisi prima jika dibandingkan dengan rival-rival mereka. Madrid telah kehilangan sejumlah bintang utama – di antaranya Luka Modric, James Rodriguez, Gareth Bale, dan Karim Benzema – dalam beberapa minggu dan bulan terakhir.

Sedangkan Bayern, lawan di semi-final Liga Champions nanti malam, dirundung oleh krisis cedera yang disebut pelatih Pep Guardiola sebagai yang terburuk yang pernah dilihatnya, dengan nama-nama seperti Arjen Robben, David Alaba, dan Franck Ribery menghiasi daftar absensi. Bertolak belakang dengan Barca yang sukses menjauhkan para pemain dari ruang perawatan berkat kebijakan pintar dari Enrique untuk memberikan waktu istirahat dan pemulihan kepada skuatnya.

Messi tentunya menjadi pengecualian. Seperti Cristiano Ronaldo di Real, bintang Argentina itu ingin terlibat dalam setiap pertandingan dan kebugarannya yang istimewa membuatnya dapat melakukan itu. Enrique juga memahami bahwa mengistirahatkan Messi tersebut hanya akan berujung pada liputan negatif oleh pers dan kemungkinan kisruh dalam relasinya dengan si pemain.

Namun di samping Leo, semua pemain lainnya menerima bahwa mereka pada sewaktu-waktu akan berada di bangku cadangan pada kampanye 2014/15 ini – dan mereka telah diberitahu bahwa itu adalah demi kebaikan mereka sendiri.

Neymar meluapkan amarah saat ditarik keluar oleh Enrique dalam hasil imbang 2-2 dengan tuan rumah Sevilla belum lama ini, tapi striker Brasil itu pantas merasa frustrasi: ia pemain terbaik Barca dalam laga tersebut dan setelah ia digantikan Sevilla mampu mencetak gol penyeimbang pada pengujung laga.

Itu membuktikan Enrique tidak sempurna, tapi memang tak ada pelatih yang sempurna, dan Barca patut berterima kasih kepada pelatih mereka yang berani untuk tetap bertahan dengan kebijakan rotasinya karena itu telah menjaga para pemainnya tetap fresh dan bebas dari cedera memasuki akhir 2014/15. – dan itu bisa menjadi pembeda antara kesuksesan dan kegagalan dalam perebutan titel.