Posted on

Radja Nainggolan Dilaporkan Ke Polisi

Radja Nainggolan Dilaporkan Ke Polisi

 

Radja Nainggolan Dilaporkan Ke Polisi

 

Sejumlah negara di wilayah Eropa saat ini sedang dalam tingkat kewaspadaan yang tinggi menyusul teror yang terjadi di Paris, Prancis, pekan lalu. Sialnya untuk pemain dari klub AS Roma, Radja Nainggolan, dia sempat disangka sebagai teroris dan dilaporkan ke polisi.

Hal itu terjadi saat gelandang AS Roma tersebut tengah dalam masa membela skuat timnas Belgia, untuk menghadapi Spanyol di laga persahabatan. Seperti yang diketahui, pertandingan itu sendiri pada akhirnya harus dibatalkan setelah pemerintah Belgia menaikkan level ancaman ke tingkat maksimal.

Ini merupakan imbas dari teror berdarah di Paris yang terjadi pada Jumat (13/11/2015) lalu, di mana setidaknya 129 orang tewas. Aksi teror dengan ledakan bom dan penembakan itu sendiri terjadi di tujuh titik dalam waktu yang cukup berdekatan, antara lain di Stadion Stade de France, restoran, dan juga di gedung konser.

Kembali ke Radja Nainggolan yang dilaporkan ke polisi. Setelah pertandingan dibatalkan, pemain yang saat ini berusia 27 tahun yang saat itu berada di Radisson Blu Astrid Hotel, Antwerp, tersebut diketahui dilaporkan oleh sejumlah pengunjung hotel ke kepolisian. Pemain yang berpenampilan penuh tato dengan gaya rambut mohawk itu dianggap menunjukkan gerak – gerik yang mencurigakan.

Untungnya, salah satu petugas polisi mengenalinya sebagai pemain dari skuat timnas. Akhirnya, para petugas malah mengajak foto bersama dengan Radja Nainggolan. Foto ini kemudian diunggah seseorang ke twitter dan di retweet oleh Nainggolan sendiri.

“Sejumlah pelanggan di hotel berpikir bahwa saya menunjukkan gerak – gerik yang mencurigakan. Untungnya, para polisi langsung mengenali saya. Saya kemudian berfoto dengan para petugas itu,” kata pemain yang berdarah Batak itu seperti dikutip dariĀ Standard.